Selasa, 27 Juli 2010

Penyakit Jantung Koroner dan Faktor Risikonya

Summary:chichibernardus
Penyakit Jantung Koroner



Penyakit Jantung Koroner atau Coronary Heart Disease (biasa disingkat dengan CTHD) adalah penyakit jantung yang lebih banyak terjadi dibandingkan dengan jenis penyakit jantung lainnya.

PENYEBAB PENYAKIT

Sejauh ini kita belum menemukan hanya satu faktor penyebab saja. Namun penelitian kedokteran menunjukan bahwa sekelompok faktor dapat menyebabkan anda mendapatkan penyakit jantung koroner dan ini disebut faktor-faktor risiko.

Faktor-faktor risiko untuk penyakit jantung dibagi menjadi dua bagian, yaitu yang dapat kita modifikasi dan yang kita tidak dapat modifikasi. Lebih banyak faktor risikonya maka lebih besar kemungkinannya mendapat penyakit jantung koroner (CHD)dan risikonya berlipat ganda bersama-sama.

Tidak semua faktor risiko adalah sama. Beberapa, seperti merokok, dapat mempunyai efek yang jauh lebih besar terhadap anda untuk mendapatkan CHD. Jadi, sebagai contoh, seorang perokok dengan tingkat kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi mempunyai risiko yang lebih tinggi dibanding seseorang yang hanya mempunyai hanya satu dari ketiga faktor itu.

Bagaimanapun, jika seseorang hanya mempunyai tingkat kolesterol yang tinggi saja dan tidak mempunyai faktor risiko yang lainnya maka risikonya hanya meningkat sedikit saja diatas rata-rata. Jadi ini tidak perlu dikhwatirkan dan dokter dapat memberikan nasihat pribadi atas kasus ini.

Penyakit Jantung Koroner dan Faktor Risikonya Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1922952-penyakit-jantung-koroner-dan-faktor/


Iklan Massal



Web Iklan Tokoamin













Software Iklan Massal

Pembuatan Iklan

Toko Software Termurah








Air Putih dan kesehatan

Summary:Meizar
Air Putih dan Kesehatan

"Mengapa kita harus banyak mengkonsumsi air putih?", jika itu pertanyaan yang selama ini bermain di benak anda, maka hiruplah nafas dalam-dalam dan berdoalah sebelum anda membaca artikel ini. Jawabnya cukup mengerikan namun anda tak perlu bersembunyi, yang perlu anda lakukan hanyalah mengisi gelas dengan air putih dan minum sebanyak-banyaknya.

Sejak pertama kali mempelajari biologi, anda pasti mengatahui bahwa 80 persen tubuh manusia terdiri dari air. Bahkan ada dua bagian tubuh manusia yang memiliki kadar air di atas 80 persen dimana keduanya memiliki peran penting bagi kehidupan manusia, yaitu Otak dan Darah. Otak memiliki komponen air sebanyak 90 persen, sementara darah memiliki komponen air 95 persen.

Untuk menjaga kesehatannya, manusia normal wajib mengkonsumsi air putih minimal 2 liter sehari atau 8 gelas sehari. Namun ukuran ini tidak berlaku pada anda yang hobby merokok, sebaliknya anda harus mengkonsumsi air putih lebih dari 2 liter perhari. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh, misalnya air seni, keringat, pernapasan dan sekresi.

Setelah anda mengetahui berapa banyak air yang wajib kita konsumsi perharinya, marilah kita bayangkan apa jadinya bila anda melanggar aturan tersebut atau dalam bahasa sederhananya, anda minum kurang dari 2 liter air putih perhari. Jawabnya yaitu, tubuh akan menyeimbangkan diri.

Tubuh akan "menyedot" air dari komponen tubuh sendiri. Dimulai dari komponen yang paling dekat, darah. Lantaran air dalam darah disedot untuk keperluan tubuh, maka darah akan menjadi kental sehingga perjalanannya ke seluruh tubuh menjadi kurang lancar.

Pada proses ini, ginjal akan sangat menderita. Dalam menjalankan tugasnya menyaring racun dari darah, ia akan mengalami kesulitan saat harus menyaring darah yang kental. Tak jarang darah ini akan menyebabkan perobekan pada glomerulus ginjal.

Berbahaya? Tergantung .. tapi yang jelas air seni anda akan berwarna kemerahan, sebagai pertanda mulai bocornya saringan ginjal. Jika anda tetap ''cuek'' dan tidak melakukan sesuatu untuk menghentikan kebocoran ini, saya sarankan untuk menyiapkan Rp400.000 rupiah seminggu. Untuk apa? tentu saja untuk cuci darah.

Nah sekarang anda bisa menyimpulkan apakah kebocoran saringan ginjal termasuk hal berbahaya atau tidak, tapi percayalah saya enggan membayangkan memberikan amplop berisi Rp 400.000 pada dokter tiap 7 hari sekali. Jika ditabung selama satu tahun, bayangkan berapa banyak uang yang akan mengisi pundi-pundi anda.

Seperti halnya saya, anda tentu mulai ketakutan bukan, namun tetaplah fokus dan lanjutkan membaca artikel ini, karena ternyata masih ada yang lebih berbahaya lagi. Masih ingat darah yang mengental karena airnya disedot untuk keperluan tubuh?

Nah saat darah ini mengalir lewat otak, perjalanannya pun juga tak lancarsama halnya saat ia melewati ginjal. Akibatnya otak tidak lagi "encer" .. kebayang kan apa yang dimaksud otak tidak encer? tapi sebelum pikiran anda melayang jauh, kembalilah ke deretan kalimat di bawah ini.

Sel-sel otak adalah organ yang paling boros mengkonsumsi makanan dan oksigen. Terhalangnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel-sel otak cepat mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bila anda juga mengidap penyakit jantung, maka sempurnalah penderitaan anda dengan adanya serangan stroke .. hmm kedengarannya seram ya?

Demikianlah apa yang bisa saya sajikan, maaf jika saya membuat anda berkeringat dingin. Tapi sekarang anda bisa menarik nafas lega sebab kita menuju akhir dari artikel ini. Sekarang segala keputusan ada di tangan anda, mulai mengkonsumsi 8 gelas air putih perhari atau mempersiapkan diri untuk menjalani penderitaan duniawi .. !!
Air Putih dan kesehatan Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1236756-air-putih-dan-kesehatan/
Pertanyaan-Pertanyaan Seputar Kesehatan Wanita

Summary:earlyesther
Ke mana Anda akan pergi saat Anda memiliki pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan wanita? Apakah Anda akan mengunjungi situs yang seperti dokter favorit Anda? Apakah Anda membaca majalah? Atau apakah Anda hanya bertanya pada teman-teman Anda? Mungkin Anda sebenarnya pergi ke dokter Anda… Saya telah menemukan bahwa saat tiba saatnya untuk mengajukan pertanyaan yang sensitif, saya lebih memilih untuk mengakses internet dan menemukan jawabannya disana daripada berbicara langsung pada orang yang saya kenal. Misalnya, jika saya memiliki pertanyaan yang umum, saya bisa saja menanyakanya pada teman-teman wanita saya. Berapa lama rata-rata siklus wanita? 28 hari? Oke, tidak masalah untuk mebicarakannya dengan teman-teman atau keluarga. Namun saat ada sesuatu yang tidak berjalan dengan benar, saya lebih memilih untuk menyimpannya sendiri daripada menanyakannya pada teman-teman saya.



Majalah wanita juga adalah ide yang sangat baik untuk menemukan jawaban itu tanpa perlu menyebutkan identitas kita. Dari semua majalah yang saya ketahui, selalu ada halaman yang dikhususkan bagi para pembaca untuk mengirmkan pertanyaan dan dijawab oleh ahli di bidang itu. Banyak majalah mempekerjakan para dokter untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiran para pembaca mereka, dan jika Anda bias menemukan cukup banyak artikel-artikel itu, Anda akan menemukan jawaban atas pertanyaan Anda. Ini telah terjadi beberapa kali pada saya . Saya juga cenderung ntuk menyimpan majalah untuk digunakan sebagai referensi di masa depan untuk material kolase. Atau jika suatu waktu saya memiliki pertanyaan, dan saya ingat pernah membaca jawabannya di majalah, saya akan mencari majalah itu dari tumpukan majalah yang saya miliki.



Saya tahu bahwa tidak perlu merasa malu saat tiba waktunya pada kesehatan wanita. Dokter menghadapi sangat banyak pertanyaan setiap hari, jadi mungkin tidak ada pertanyaan Anda yang belum pernah mereka jawab sebelumnya. Jadi sementara tidak apa-apa untuk berharap agar pertanyaan Anda dijawab di majalah, saya sarankan pada Anda untuk bertanya pada dokter Anda terlebih dahulu.

Temukan jawaban Anda atas pertanyaan-pertanyaan seputar masalah kesehatan wania di Womens Health Forum. Tidak perlu membayar untuk menjadi anggotanya, jadi kunjungi http://www.WomensHealthForum.org/ sekarang juga!

Pertanyaan-Pertanyaan Seputar Kesehatan Wanita Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1858237-pertanyaan-pertanyaan-seputar-kesehatan-wanita/

Sabtu, 27 Februari 2010